MATARAM – Institut Studi Islam Sunan Doe menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas institusi dengan menghadiri Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Perguruan Tinggi. Acara ini diselenggarakan oleh Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta se-Indonesia (BKSPTIS) pada Senin, 16 Februari 2026, bertempat di Aula Universitas Islam Al-Azhar, Mataram.
Workshop ini menghadirkan tokoh-tokoh akademisi nasional untuk membedah tantangan perguruan tinggi Islam di era global melalui tiga sesi intensif.
Penguatan Tata Kelola dan Peta Jalan Strategis
Pada sesi pertama, Fathul Wahid memaparkan materi mengenai “Peta Jalan Penguatan Tata Kelola Perguruan Tinggi Islam: Peluang dan Tantangan”. Dalam sesinya, ditekankan bahwa perguruan tinggi Islam harus memiliki arah kebijakan yang adaptif terhadap perubahan zaman namun tetap menjaga nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama (Wahid, 2026).
Mendorong Internasionalisasi dan Jejaring Global
Sesi kedua berfokus pada perluasan jangkauan institusi melalui “Internasionalisasi Perguruan Tinggi: Strategi, Jejaring, dan Kolaborasi Global”. Materi ini disampaikan secara kolaboratif oleh Wiryono Raharjo, Ph.D. dan Dr. Dian Sari Utami. Keduanya menggarisbawahi pentingnya membangun kemitraan internasional dan mobilitas akademik guna meningkatkan rekognisi global bagi perguruan tinggi Islam swasta.
Budaya Kualitas dan Penjaminan Mutu
Sebagai penutup, Dr. Rina Mulyati memandu sesi ketiga bertajuk “Penjaminan Mutu: Penguatan Sistem, Standar, dan Budaya Kualitas”. Ia menekankan bahwa penjaminan mutu bukan sekadar pemenuhan administrasi akreditasi, melainkan harus menjadi budaya kerja harian di setiap unit kerja perguruan tinggi (Mulyati, 2026).
Keikutsertaan Institut Studi Islam Sunan Doe dalam workshop ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi akselerasi peningkatan akreditasi dan efektivitas pengelolaan manajemen internal kampus menuju standar unggul.



